Demo Blog

Siapa tau??

by rhindhank on Nov.22, 2009, under

Hihi… liat the coffeebean show jumat minggu kemarin ga?? Yang itu lho ada mantan napi yang ikud numpang di kontrakan. Tampang serem, badan kekar, rambut gondrong, bertato… wuihh… bikin penghuni kontrakan pada merinding tiap kali bang baron (mantan napi itu) berpapasan dengan mereka. Bahkan ketika bang baron menyiapkan sarapan pun, mereka keheranan dan ketakutan… Selain itu, bang baron juga tidak pernah berbicara. Dan itulah yang membuat bang baron bertambah seram dimata penghuni kontrakan.

Hanya bang kosim lah yang anggep bang baron adalah orang yang baik2. Merasa bang kosim orang yang baik kepada dirinya, bang baron terharu dan memeluk bang kosim begitu erat (tapi lebih mirip memiting bang kosim). Tak ayal… temen2 penghuni kontrakan yang melihat kejadian itu pada ngambil alat apa aja yang bisa dipake buat nimpukin bang baron.

Kasian bang baron…. Dikeroyok rame-rame… di timpukin pake alat penggorengan, gagang sapu… panci… ditendang, dipukul, dijambak rambutnya… [cukup!! Ga tega T_T]



Disela2 pengeroyokan itu… maksudnya usaha menyelamatkan bang kosim itu… bang baron mengaduh dan meminta ampun supaya mereka menghentikan aksi mereka...

Ternyata… dibalik semua penampilan bang baron yang serem itu… suara bang baron halus dan lembut mirip seperti wanita, tapi bukan ganjen seperti wanita. Hanya suara saja yang begitu… begitu pula sikap bang baron ternyata yang lembut juga. Besoknya bang baron berpamitan untuk pergi. Dengan memberikan kenang-kenangan berupa pisau pada bang kosim. Dan tak lupa berterima kasih kepada mereka yang telah memberikan tumpangan beberapa hari. Berpelukan… saling bertangisan…. T_T

Serius banget?? Itu kan acara komedi… hihihi…

Heummm saya juga sering menemui orang-orang yang berwajah… gimana ya menyebutnya… berwajah seolah-olah sinis [ada yang puny istilah lebih baik :p]. Seperti apa yang dulu saya lakukan terhadap salah seorang yang sekarang menjadi sahabat kental saya [walopun sekarang sudah jarang bertemu T_T] Pandangan pertama saya ke sahabat saya itu adalah adalah… ‘nih orang sinis banget’, ‘wah… sepertinya tidak bisa dijadikan teman’… ktika dia berbuat baik ke saya, saya mikir... ‘nih orang baik-baikin saya pasti karna ada maunya’… bla-bla-bla… maka yang saya lakukan malah juga ikut2an sinis… ternyata apa yang saya pikirkan selama itu sama sekali tidak benar. Dia seorang sahabat yang baik, mencoba mengerti saya, ga sungkan untuk mengingatkan saya kalo saya salah, berbagi suka dan duka [berbagi utang tidak termasuk :p], dan juga … siap mengantar kemanapun saya mau dengan ikhlas yang luar biasa [Lho lho lho… ada maunya toh?? ]Heheh…

Well, sering orang melihat kita dengan pandangan pertama terhadap kita… penampilan… atau terkadang kita menganggap diri kita lebih superior dari orang lain. Sehingga rasanya sah saja menganggap orang yang tampilannya rapi jali lebih baik daripada mereka yang berpenampilan bohemian. Atau rasanya sah saja menggagap orang yang berkerudung panjang lebih baik daripada yang berkerudung pendek, atau mungkin yang mencekik leher; atau seorang coordinator acara di suatu kepanitiaan yang menganggap acara sukses berkat dirinya saja. Kadang pikiran itu juga sering menggelayuti saya. Saya lebih baik karna saya begini dan begitu…

Sedangkan masing-masing kita memiliki rizki yang berbeda, memiliki masa lalu yang berbeda, memiliki pengalaman dan pemikiran yang berbeda. Dan hidup adalah sebuah metamorphosis atau “proses menjadi” yang tak akan ada hentinya sampai kita mati.

Seperti keinginan teman-teman wanita saya yang berkeinginan untuk berkerudung. Saya percaya pasti ketika sahabat muslimah ada keinginan berkerudung, pasti ada sengatan kecamuk di kepala, selemah apapun kecamuk itu dan seminim apa jenis kain kerudung yang dipilihnya. Sebuah kembara pemikiran tersendiri, pengalaman batin yang alami, dan layak dihargai :) kalopun kita ingin membenahi pemahaman mereka berkerudung, apakah tidak sebaiknya kita buang dulu pikiran ‘kita lebih baik dari mereka karena kerudung kita lebih panjang’? siapa tau, dia hanya belum mengetahui aturan berkerudung saja, sementara ia lebih banyak tahu tentang ribuan yang bahkan memikirkannya pun kita tidak pernah. Begitu juga anak punk, siapa tau dia lebih banyak bersujud di malam-malam yang justru kita sedang asyik terlelap. Siapa tau dia melakukan amalan yang langsung mengantarnya ke surga, sedangkan kita mampir dulu ke neraka akibat keangkuhan kita. Siapa tau beberapa tahun kemudian dia duduk di mimbar dan memimpin suatu majelis ilmu yang dipimpinnya…

Siapa tau??

Dan… siapa tau bang baron bertobat dan menjadi ustadz dan menyampaikan islam kepada masyarakat… siapa tau?? :)

Inspired from pinkant
2 comments more...

2 comments

Poskan Komentar

Blogger Tricks

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Follow Me