Temukan Hidayah Dalam Dirimu!!
by rhindhank on Nov.22, 2009, under something to share
Suatu sore saya sedang ngobrol dengan teman wanita saya di koridor kampus yang sudah mulai lengang… Setelah lama ngobrol lama dengannya, saya kembali menanyakan keinginannya untuk berkerudung yang pernah diungkapkannya kepada saya.
Heummmm… seringkali teman-teman wanita saya memakai alasan seperti itu ketika diingatkan untuk menutup aurat. Yaaa… saya sih gemes kalo udah dengar jawaban yang seperti itu. Bagaimana dia bisa mengatakan belum mendapat hidayah??
Hidayah bukanlah sesuatu yang ditunggu merasuk kedalam tubuh dan jiwa secara tiba-tiba. Bukan juga ditunggu seperti menunggu segepok uang jatuh dari langit. Hidayah adalah sebuah petunjuk. Dan petunjuk itu sudah ada.
Allah sebagai pencipta dan pengatur. Allah tidak seperti watch maker.. setelah membuat jam itu kemudian membiarkannya berputar sendiri… tapi Allah memberikan petunjuk kepada manusia, berupa AlQur’an bagaimana menjalani hidup ini. Dan alQur’an itu adalah petunjuk.
Allah juga menciptakan alam semesta ini. Kita dapat merasakan kebesaran Allah dengan melihat dan menikmati alam semesta… langit yang terhampar luas… bintang yang bertaburan… dan benda-benda langit yang melayang2 berada dalam orbitnya, tidak bertabrakan satu sama lain kecuali atas kehendakNya… [ada yang bilang venus bentuknya mirip takoyaki ^.^!]
Allah juga memberikan akal, sesuatu yang melengkapi kesempurnaan manusia dan membedakannya dengan makhluk lain. Dengan akal manusia dapat melakukan aktifitas berpikir, membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan akal manusia dapat menganalisis dan mengolah informasi yang ia dapat. Dan akal juga sebagai petunjuk.
Nah, bagaimana mungkin teman saya itu mengatakan belum mendapatkan hidayah sedangkan dari dalam dirinya sendiri sudah ada petunjuk?? Bagaimana mungkin teman saya itu mengatakan belum mendapatkan hidayah sedangkan dia memiliki dan meyakini al Qur’an sebagai kitab mulia yang berisi aturan kehidupan?? Bagaimana mungkin teman saya itu mengatakan belum mendapatkan hidayah padahal dia dapat melihat dan merasakan kebesaran ciptaan Allah, alam semesta ini. Bagaimana mungkin teman saya itu mengatakan belum mendapatkan hidayah sedangkan dengan akalnya dia bisa memikirkan dan merenungkan perintah Allah yang tertulis di dalam alQur’an?? Bukankah petujuk itu sudah jelas dan kita tinggal memilih??
Nah, saya ingin sampaikan hal ini bukan sebagai olok-olok bagi teman-teman yang belum bisa menutup auratnya. Tapi semata-mata saya ingin berusaha cintai kalian karnaNYA :)
“Gimana, ni?? Kapan nih mulai berkerudung??” Tanya saya.
“Halagh, rin! Aku kan blom dapet hidayah!!”sanggah teman saya.
“Pengennya sih pake. Tapi aku masi blum bisa menghilangkan kebiasaan burukku. Aku takut memperburuk citra cewek2 berjilbab.” Lanjutnya malu-malu.
Heummmm… seringkali teman-teman wanita saya memakai alasan seperti itu ketika diingatkan untuk menutup aurat. Yaaa… saya sih gemes kalo udah dengar jawaban yang seperti itu. Bagaimana dia bisa mengatakan belum mendapat hidayah??
Hidayah bukanlah sesuatu yang ditunggu merasuk kedalam tubuh dan jiwa secara tiba-tiba. Bukan juga ditunggu seperti menunggu segepok uang jatuh dari langit. Hidayah adalah sebuah petunjuk. Dan petunjuk itu sudah ada.
Allah sebagai pencipta dan pengatur. Allah tidak seperti watch maker.. setelah membuat jam itu kemudian membiarkannya berputar sendiri… tapi Allah memberikan petunjuk kepada manusia, berupa AlQur’an bagaimana menjalani hidup ini. Dan alQur’an itu adalah petunjuk.
Allah juga menciptakan alam semesta ini. Kita dapat merasakan kebesaran Allah dengan melihat dan menikmati alam semesta… langit yang terhampar luas… bintang yang bertaburan… dan benda-benda langit yang melayang2 berada dalam orbitnya, tidak bertabrakan satu sama lain kecuali atas kehendakNya… [ada yang bilang venus bentuknya mirip takoyaki ^.^!]
Allah juga memberikan akal, sesuatu yang melengkapi kesempurnaan manusia dan membedakannya dengan makhluk lain. Dengan akal manusia dapat melakukan aktifitas berpikir, membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan akal manusia dapat menganalisis dan mengolah informasi yang ia dapat. Dan akal juga sebagai petunjuk.
Nah, bagaimana mungkin teman saya itu mengatakan belum mendapatkan hidayah sedangkan dari dalam dirinya sendiri sudah ada petunjuk?? Bagaimana mungkin teman saya itu mengatakan belum mendapatkan hidayah sedangkan dia memiliki dan meyakini al Qur’an sebagai kitab mulia yang berisi aturan kehidupan?? Bagaimana mungkin teman saya itu mengatakan belum mendapatkan hidayah padahal dia dapat melihat dan merasakan kebesaran ciptaan Allah, alam semesta ini. Bagaimana mungkin teman saya itu mengatakan belum mendapatkan hidayah sedangkan dengan akalnya dia bisa memikirkan dan merenungkan perintah Allah yang tertulis di dalam alQur’an?? Bukankah petujuk itu sudah jelas dan kita tinggal memilih??
Nah, saya ingin sampaikan hal ini bukan sebagai olok-olok bagi teman-teman yang belum bisa menutup auratnya. Tapi semata-mata saya ingin berusaha cintai kalian karnaNYA :)


0 comments